Minggu, 21 Juli 2019

Bicara Seks di Arab Bukanlah suatu Hal Tabu Lagi

Berita Terbaik - Yang kita tahu dunia Arab dikenal tertutup dalam isu seksualitas. Hanya sebagaian orang yang mau berbicara tentang keperawanan perempuan sampai ke film porno.
Pakar seks asal Libanon, Sandrine Atallah, mengungkapkan, masyarakat Arab seharusnya lebih terbuka berbicara mengenai isu seksual. Sebagai Sex Therapist, Sandrine mengungkapkan dirinya juga berjuang keras untuk melawan mitos tabu seks di negaranya .
Dia mengembangkan klinik terapi seks untuk bisa melawan budaya tabu di Arab. Dia mengungkapkan, budaya Arab memang dikenal tidak memiliki toleransi mengenai seks.
Namun, dia mengkaji ternyata banyak kajian tentang seks pada Arab kuno. Salah satunya adalah The Encyclopaedia of Pleasure, yang ditulis pada abad 10-11 di Baghdad.
“43 bab di buku itu mengungkapkan praktek seksual,” ungkap Sandrine dilansir AkuratHealth dari Daily Mail pada Minggu, (21/7). Pesan dari buku itu juga sangat jelas bahwa seks adalah anugerah Tuhan yang harus dinikmati oleh manusia.
Ketika Sandrine berjuang di Libanon, berbeda dengan Safa Tamis yang mendirikan lembaga nirlaba Muntada Al-Jensaneya di Palestina. Dia mengampanyekan hak seksual bagi masyarakat Palestina dan mendorong untuk dilaksanakannya Pendidikan Seks yang tidak hanya fokus pada reproduksi, tetapi cinta dan keintiman.
Membantu warga Palestina untuk merasa nyaman dengan tubuh dan aktivitas seks mereka menjadi tugas utama yang dilakukan Safa.
Di Yordania, Khalid Abdel-Hadi juga membuka peluang untuk mempopulerkan Pendidikan Seks di negaranya. Dia mendirikan My Kali untuk memberikan Pendidikan Seks berbasis komunitas.[]

Sumber : Akurat.co

Tidak ada komentar:

Posting Komentar